Sariawan di Tenggorokan: Tips Meredakan Gejala

Sariawan di Tenggorokan

Sariawan di tenggorokan dapat membuat aktivitas sederhana seperti makan, minum, bahkan berbicara terasa lebih sulit. Rasa perih biasanya semakin terasa ketika tenggorokan terkena makanan pedas, asam, atau minuman yang terlalu panas. Meski sering membaik sendiri, kondisi ini tetap membutuhkan perhatian agar tidak semakin mengganggu.

Berbeda dari sariawan yang muncul di bibir atau bagian dalam pipi, sariawan di tenggorokan berada pada area yang lebih sulit terlihat. Karena itu, seseorang terkadang hanya merasakan nyeri ketika menelan tanpa mengetahui penyebabnya. Lantas, bagaimana cara meredakan gejalanya?

Mengenal sariawan di tenggorokan dan gejalanya

Mengenal sariawan di tenggorokan dan gejalanya

Sariawan merupakan luka kecil pada jaringan lunak mulut. Dalam kondisi tertentu, luka serupa juga dapat muncul di area belakang mulut hingga tenggorokan. Lokasinya membuat rasa tidak nyaman lebih terasa saat proses menelan halodoc.

Gejala yang umum muncul antara lain:

  • Tenggorokan terasa perih atau terbakar.
  • Nyeri saat menelan makanan dan minuman.
  • Muncul bercak atau luka kecil berwarna putih kekuningan dengan bagian tepi kemerahan.
  • Tenggorokan terasa sensitif terhadap makanan pedas atau asam.
  • Nafsu makan menurun karena rasa sakit.
  • Mulut atau tenggorokan terasa tidak nyaman ketika berbicara.

Pada sebagian orang, keluhan terasa ringan. Namun, jika luka berada di bagian belakang tenggorokan, rasa nyerinya dapat terasa lebih mengganggu dibandingkan sariawan biasa.

Sebagai gambaran, seorang pekerja kantoran bernama Raka, misalnya, pernah mengalami tenggorokan perih setelah beberapa hari kurang tidur dan pola makan tidak teratur. Awalnya ia mengira hanya mengalami radang tenggorokan. Setelah beberapa hari, ia menyadari rasa sakit paling kuat muncul ketika makanan menyentuh bagian tertentu di tenggorokannya. Situasi seperti ini cukup menggambarkan mengapa keluhan tersebut sering sulit dikenali sejak awal.

Apa yang bisa menyebabkan sariawan di tenggorokan?

Sariawan tidak selalu muncul karena satu penyebab. Kondisi fisik, kebiasaan sehari-hari, hingga makanan tertentu dapat berperan.

Beberapa faktor yang mungkin berkaitan antara lain:

  • Iritasi: Makanan terlalu panas, keras, pedas, atau asam dapat mengiritasi jaringan.
  • Luka kecil: Cedera akibat makanan yang tajam atau keras dapat memicu luka.
  • Kurang istirahat: Tubuh yang kelelahan dapat memengaruhi kondisi daya tahan tubuh.
  • Asupan nutrisi kurang seimbang: Kekurangan beberapa nutrisi, seperti zat besi, folat, vitamin B12, atau vitamin tertentu, dapat berkaitan dengan sariawan berulang.
  • Stres: Tekanan psikologis pada sebagian orang dapat berkaitan dengan munculnya sariawan.
  • Infeksi tertentu: Luka di mulut dan tenggorokan terkadang muncul bersamaan dengan infeksi.

Karena penyebabnya beragam, sariawan di tenggorokan yang terus berulang sebaiknya tidak hanya ditangani dengan mengandalkan obat atau bahan rumahan.

Tips meredakan sariawan di tenggorokan

Jika keluhannya ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

1. Perbanyak minum air

Air membantu menjaga tenggorokan tetap lembap. Pilih air dengan suhu yang terasa nyaman dan hindari minuman yang terlalu panas.

Tidak perlu memaksakan minum dalam jumlah besar sekaligus. Minum sedikit-sedikit tetapi lebih sering dapat menjadi pilihan ketika menelan terasa sakit.

2. Hindari makanan pemicu iritasi

Untuk sementara, kurangi makanan yang dapat membuat luka semakin perih, terutama:

  • Sambal dan makanan sangat pedas.
  • Buah atau minuman yang sangat asam.
  • Makanan terlalu panas.
  • Keripik atau makanan bertekstur tajam.
  • Makanan yang terlalu keras.

Sebaliknya, pilih makanan dengan tekstur lembut dan suhu yang nyaman. Bubur, sup hangat suam-suam kuku, telur, atau makanan lunak lainnya dapat terasa lebih mudah dikonsumsi.

3. Berkumur dengan air garam

Berkumur menggunakan larutan air garam dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kebersihan area mulut dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Gunakan air hangat yang tidak terlalu panas dan larutkan sedikit garam. Kumur secara perlahan, kemudian buang airnya. Jangan menelan larutan tersebut.

Jika lokasi luka sangat dekat dengan tenggorokan dan berkumur justru membuat rasa sakit bertambah, hentikan cara ini.

4. Jaga kebersihan mulut

Kebersihan mulut tetap perlu diperhatikan meski tenggorokan sedang sakit. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari menyikat terlalu keras.

Menjaga kebersihan mulut membantu mengurangi penumpukan sisa makanan yang dapat membuat area mulut terasa semakin tidak nyaman.

5. Istirahat yang cukup

Kurang tidur dapat membuat tubuh terasa semakin lelah ketika sedang menghadapi keluhan. Karena itu, tidur cukup dan mengurangi aktivitas yang terlalu berat dapat membantu proses pemulihan secara umum.

Selain itu, mengelola stres juga penting, terutama bagi orang yang sering mengalami sariawan berulang ketika sedang berada dalam tekanan.

Kapan sariawan di tenggorokan perlu diperiksa?

Mengenal sariawan di tenggorokan dan gejalanya

Sariawan ringan umumnya membaik secara bertahap. Namun, rasa sakit pada tenggorokan tidak selalu berasal dari sariawan. Radang tenggorokan, infeksi, iritasi, atau kondisi lain juga dapat menimbulkan gejala yang mirip.

Pemeriksaan medis sebaiknya dipertimbangkan apabila:

  • Luka tidak kunjung membaik atau justru semakin parah.
  • Sariawan sering muncul berulang.
  • Rasa sakit membuat seseorang sulit makan atau minum.
  • Muncul demam.
  • Terjadi kesulitan menelan yang cukup berat.
  • Terdapat kesulitan bernapas.
  • Luka berjumlah banyak atau ukurannya cukup besar.
  • Muncul penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

Khusus untuk kesulitan bernapas atau ketidakmampuan menelan cairan, seseorang perlu mencari pertolongan medis segera. Kondisi tersebut tidak sebaiknya ditangani sendiri di rumah.

Jangan asal mengoleskan obat saat Sariawan di Tenggorokan

Salah satu kesalahan yang cukup mudah terjadi adalah menggunakan obat sariawan tanpa memperhatikan lokasi luka. Produk yang aman untuk area tertentu di mulut belum tentu cocok digunakan pada bagian tenggorokan.

Selain itu, penggunaan antibiotik tanpa pemeriksaan juga tidak tepat. Antibiotik bekerja untuk infeksi bakteri tertentu, bukan untuk semua penyebab sakit tenggorokan atau sariawan.

Jika rasa sakit cukup berat, tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penyebab dan memilih penanganan yang sesuai. Dengan begitu, seseorang tidak hanya mengurangi gejala, tetapi juga mengatasi faktor yang mungkin memicunya.

Cara membantu mencegah Sariawan di Tenggorokan

Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Pola makan seimbang, istirahat cukup, menjaga kebersihan mulut, dan menghindari makanan yang terbukti memicu sariawan pada diri sendiri merupakan langkah yang masuk akal.

Bagi orang yang sering mengalami sariawan, mencatat kapan luka muncul juga bisa membantu. Misalnya, perhatikan apakah sariawan muncul setelah kurang tidur, mengalami stres, mengonsumsi makanan tertentu, atau ketika kondisi tubuh sedang tidak fit.

Catatan sederhana tersebut dapat memberikan gambaran mengenai pola yang berulang. Jika frekuensinya semakin sering, informasi tersebut juga dapat membantu saat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Sariawan di tenggorokan tidak selalu bisa dianggap sepele

Sariawan di tenggorokan memang sering menimbulkan keluhan yang mengganggu, tetapi penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan. Untuk keluhan ringan, menjaga hidrasi, memilih makanan yang lembut, menghindari pemicu iritasi, serta menjaga kebersihan mulut dapat membantu proses pemulihan.

Yang tidak kalah penting, jangan mengabaikan gejala yang berlangsung lama atau semakin berat. Rasa sakit di tenggorokan memiliki banyak kemungkinan penyebab, sehingga pemeriksaan diperlukan ketika keluhan tidak membaik atau muncul tanda yang mengkhawatirkan.

Pada akhirnya, memahami kondisi tubuh membuat seseorang lebih bijak menentukan kapan cukup melakukan perawatan sederhana dan kapan membutuhkan bantuan profesional. Dengan perhatian yang tepat, sariawan di tenggorokan tidak harus terus mengganggu aktivitas makan, minum, dan berbicara sehari-hari.


Baca fakta seputar : Healthy

Baca juga artikel menarik tentang : Gangguan Fungsi Otak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Author