Menilik Tren Acubi Style, Gaya Fashion Favorit Gen Z

Beberapa bulan lalu, seorang mahasiswa komunikasi bernama Rian sempat bingung saat melihat adiknya kerap memakai baju rajut bolong-bolong yang dipadukan dengan celana kargo longgar berwarna abu-abu. Pakaian itu terlihat seperti kombinasi antara pakaian siap perang dan busana menghadiri konser musik bawah tanah. Sang adik hanya menjawab singkat bahwa ia sedang mencoba Acubi style. Gaya busana ini memang sedang merajai lini masa media sosial dan menjadi identitas visual baru yang sangat lekat dengan Gen Z.
Jika kita perhatikan secara saksama, tren ini sebenarnya bukan sekadar pelampiasan kreativitas berpakaian yang acak. Sebaliknya, gaya Acubi style merupakan sebuah perpaduan estetika yang sangat dikurasi dengan baik. Pengaruh budaya pop global, kenyamanan pascapandemi, serta keinginan untuk tampil beda tanpa terlihat berlebihan menjadi bahan bakar utama yang melesatkan popularitas tren ini di kalangan anak muda.
Akar Budaya Acubi style dan Lahirnya Estetika Acubi

Untuk memahami Acubi style, kita perlu melihat kembali bagaimana tren fashion berputar. Nama tren ini sebenarnya diambil dari sebuah label busana asal Korea Selatan bernama Acubi Club. Merek tersebut berhasil mempopulerkan kombinasi gaya yang memadukan unsur subkultur internet dengan pakaian siap pakai sehari-hari. Estetika ini lahir dari rahim budaya digital, tempat anak muda dari berbagai belahan dunia saling bertukar inspirasi mode dalam hitungan detik zalora.
Secara garis besar, gaya Acubi style merupakan evolusi modern yang mempertemukan tiga tren besar sekaligus, yaitu:
Y2K Fashion: Menyerap elemen nostalgia akhir tahun 90-an dan awal 2000-an seperti celana hipster dan potongan baju yang pas di badan.
Subkultur Grunge: Mengambil sisi pemberontak melalui tekstur pakaian yang terkesan usang, robek, atau memiliki detail raw-cut.
Cyber-Techwear: Menambahkan kesan futuristik melalui fungsionalitas pakaian, kantong eksternal, dan material yang tampak modern.
Melalui peleburan ketiga unsur tersebut, lahir sebuah look yang terasa sangat mentah namun di saat yang sama terlihat sangat bersih dan rapi. Gen Z menyukai gaya Acubi style karena mampu memberikan keseimbangan sempurna antara kenyamanan dan estetika yang Instagrammable.
Karakteristik Utama yang Membedakan dengan Tren Lain
Berbeda dengan tren maximalism yang sempat berjaya beberapa tahun lalu dengan tabrakan warna cerah, gaya Acubi style justru sangat setia pada prinsip minimalis. Namun, minimalis di sini tidak berarti membosankan. Kekuatan utama dari gaya busana ini terletak pada permainan siluet dan tekstur pakaian yang unik.
Apabila Anda ingin mengenali gaya Acubi style di ruang publik, ada beberapa ciri khas yang sangat mudah diidentifikasi. Karakteristik ini menjadi fondasi utama bagi siapa saja yang ingin menyusun lemari pakaian dengan estetika serupa.
Palet Warna Netral dan Membumi: Didominasi oleh warna hitam, putih, abu-abu, cokelat tua, olive, dan warna khaki. Jarang sekali ditemukan warna primer yang mencolok.
Permainan Proporsi Pakaian: Rumus mutlak gaya Acubi style adalah memadukan atasan yang ketat atau berpotongan crop dengan bawahan yang sangat longgar (baggy).
Tekstur yang Kontras: Sering kali memadukan bahan kaos tipis atau rajutan halus dengan bahan celana yang kaku seperti denim tebal atau parasut.
Kombinasi tersebut menciptakan ilusi tubuh yang proporsional sekaligus memberikan ruang gerak yang sangat leluasa bagi pemakainya.
Panduan Membangun Lemari Pakaian Estetika Acubi
Memulai gaya baru tidak berarti Anda harus membuang seluruh isi lemari dan membeli baju baru. Keunggulan dari tren ini adalah sifatnya yang sangat mudah dipadupadankan dengan pakaian dasar yang mungkin sudah Anda miliki. Kuncinya terletak pada pemilihan beberapa pakaian esensial yang tepat.
Pertama, investasikan uang Anda pada atasan berbahan kaos tipis dengan potongan asimetris atau pakaian rajut tipis (sheer knitwear). Pakaian jenis ini memberikan kesan kasual namun tetap memberikan dimensi visual yang menarik saat dipakai.
Kedua, carilah bawahan yang memiliki karakter kuat. Celana kargo berukuran besar, celana jins berpotongan lebar (wide-leg jeans), atau rok mini kargo dengan detail tali serut adalah pilihan terbaik. Bawahan seperti ini langsung otomatis memberikan struktur yang kokoh pada penampilan Anda.
Terakhir, lengkapi penampilan dengan aksesori yang tepat. Gaya Acubi style sangat menyukai aksesori bernuansa perak atau metalik, tas bahu berukuran kecil dengan tali rantai, serta kacamata hitam dengan bingkai oval khas awal tahun 2000-an. Sepatu bersol tebal seperti chunky sneakers atau sepatu bot kulit hitam akan menjadi penutup yang sempurna.
Mengapa Gen Z Sangat Menyukai Tren Fashion Ini

Alasan utama di balik meledaknya Acubi style di kalangan anak muda adalah sifatnya yang uniseks dan inklusif. Gaya busana ini tidak mengenal batasan gender yang kaku. Baik laki-laki maupun perempuan dapat mengenakan kombinasi pakaian yang sama tanpa kehilangan karakter personal mereka.
Selain itu, faktor kenyamanan juga memegang peranan penting. Gen Z adalah generasi yang sangat dinamis dan menghargai mobilitas tinggi. Pakaian yang terlalu ketat dari atas hingga bawah atau pakaian yang terlalu formal dinilai kurang praktis untuk aktivitas harian mereka yang padat, mulai dari kuliah, bekerja di kedai kopi, hingga nongkrong bersama teman.
Masa Depan Tren Minimalis Futuristik di Indonesia
Melihat perkembangan industri mode lokal saat ini, tren busana minimalis futuristik ini diprediksi akan bertahan cukup lama di Indonesia. Banyak merek fesyen lokal yang kini mulai mengadaptasi estetika ini ke dalam koleksi terbaru mereka dengan menyesuaikan jenis bahan agar tetap nyaman dipakai di iklim tropis yang cenderung panas.
Kesimpulannya, Acubi style bukan sekadar tren sesaat yang akan hilang dalam hitungan bulan. Gaya Acubi style telah berhasil mendefinisikan ulang cara Gen Z mengekspresikan diri melalui pakaian: minimalis, fungsional, namun tetap memiliki karakter yang kuat dan penuh percaya diri. Bagi Anda yang ingin mencoba suasana baru dalam berpakaian, tidak ada salahnya mulai melirik estetika unik yang satu ini.
Baca fakta seputar : Lifestyle
Baca juga artikel menarik tentang : Eksplorasi Garmin Tactix: Jam Tangan Mewah yang Jadi Gaya Hidup
